Informasi Berharga AndiSeti

Tampilkan postingan dengan label tata surya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tata surya. Tampilkan semua postingan

Index News Number : 0054
 
Obyek misterius terlihat membuat kehancuran pada cincin planet Saturnus. Penemuan ini terungkap dari detail foto sistem Saturnus yang dipotret pengorbit Cassini milik NASA.

Pada gambar ini, peneliti menemukan obyek asing dengan lebar 1 km melubangi cincin F tipis yang mengelilingi Saturnus.

Setelah menembus, benda asing itu membawa partikel es berkilauan bersamanya. Jejak puing-puing ini disebut para ilmuwan sebagai "jet mini".

Anggota tim Cassini, Carl Murray menyebut cincin F Saturnus sebagai cincin teraneh. "Hasil terbaru Cassini ini menunjukkan dinamika cincin F lebih dari yang kita bayangkan," ujar peneliti yang berbasis di Universitas Queen Mary, London, Inggris ini.

Temuan ini menunjukkan wilayah cincin F ramai berisi berbagai obyek dari seukuran 1 km hingga sebesar bulan. "Seperti Prometheus berukuran ratusan mil yang menyuguhkan pemandangan spektakular," ujar Murray.

Cincin F diikuti dua satelit kecil, Prometheus dan Pandora yang berada di dalam dan luar lingkaran. Kadang-kadang satelit ini mengganggu cincin dengan menciptakan saluran dan bola salju. Kini para ilmuwan berpikir beberapa bola salju ini berubah menjadi obyek aneh yang melubangi cincin F.

Obyek tampak bertabrakan dengan cincin pada kecepatan  sedang sekitar 6,4 km per jam. Tumbukan ini meninggalkan jejak sepanjang 40 hingga 180 km.

"Keliling cincin F sekitar 550 ribu mil (881 ribu km). Jet mini ini begitu kecil sehingga butuh waktu dan momentum untuk menemukannya," ujar tim Cassini, Nick Attree. Tim dapat menemukan obyek ini setelah menelusuri 20 ribu gambar.

"Kami senang menemukan 500 contoh penyusup ini setelah Cassini berada di Saturnus selama 7 tahun," cetus Attree seperti dikutip dari laman Space.com.   

Cincin F telah menjadi teka-teki para ilmuwan sejak ditemukan pada 1980-an. Pada 1997, Cassini diluncurkan sebagai bagian dari misi Cassini-Huygens. Program kolaborasi NASA, Agen Antariksa Eropa, dan Agen Antariksa Italia ini telah mengelilingi planet sejak 2004. Misinya akan diperpanjang hingga 2017.

Para peneliti akan mempresentasikan temuan ini pada pertemuan Geosains Uni Eropa di Wina, Austria. (eh)


Support By : HOLDING COMPANY ONLINE  -  andiseti  Arsipkan berita di : POJOKSETI
From : VIVAnews : | : Shared via Indonesia News for Android.
Terkirim dari tablet Samsung
Read More …


Badai Matahari diperkirakan mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 2013. 

Demikian ditegaskan Deputi Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Jamaluddin dalam pesan singkat kepada Media Indonesia, di Jakarta, Sabtu (10/3). 

"Saat ini matahari sedang aktif dan akan mencapai puncaknya pertengahan 2013," tulis Thomas. 

Menurut dia, adanya badai matahari pada 7 Maret dan 9 Maret pekan ini dipicu oleh daerah bermedan magnetik aktif AR 1429 dengan beberapa badai kuat dan menengah. 

Ia menambahkan, operator satelit dan komunikasi radio yang terkena dampak hantaman badai matahari ini perlu melakukan langkah antisipatif. "Tapi rata-rata, mereka sudah punya SOP sendiri terkait hal ini," ujar Thomas. 

Sementara itu, khusus untuk bahaya yang langsung mengenai manusia, kata dia, tidak akan terjadi. 

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Manusia di Bumi dan perangkat elektroniknya aman karena Bumi dilindungi lapisan magnet yang disebut magnetosfer. Betapa pun kuat badai matahari, kita tetap aman," tandas Thomas. (*/OL-9) 


Media Indonesia Mobile:
http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/03/11/304508/291/7/Pertengahan_2013_Puncak_Badai_Matahari_
Shared via Indonesia News for Android.
Read More …


Medan magnet bumi akan mengalami guncangan besar saat sebuah badai matahari terbesar dalam lima tahun terakhir menghantam bumi. 

Setelah melakukan perjalanan di luar angkasa selama 1,5 hari, awan raksasa berisi partikel itu akan mencapai bumi pada Kamis (8/3). Badai matahari itu bisa menyebabkan gangguan pada berbagai peralatan elektronik, pesawat terbang, jaringan satelit, dan sistem GPS. 

Para ilmuwan menyebut badai partikel yang berawal dari percikan matahari pada awal pekan ini terus membesar setelah badai itu menjauhi matahari 

Para astronomer menyebut dampak badai matahari itu akan terasa besar karena selama beberapa tahun terakhir bumi tidak terkena aktivitas besar dari matahari. 

Badai itu disebut merupakan bagian dari siklus 11 tahun yang dialami matahari. Badai matahari tidak berbahaya bagi manusia namun bisa menyebabkan gangguan pada alat elektronik dan teknologi. (AP/OL-12)


Media Indonesia Mobile:
http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/03/08/303897/291/7/Badai_Matahari_Terbesar_Menuju_Bumi
Shared via Indonesia News for Android.
Read More …


Letusan besar matahari pada Minggu malam (4/3) waktu setempat mengirim ledakan plasma dan partikel bermuatan menuju Bumi.

Menurut Space Weather Prediction Center dioperasikan National Weather Service, letusan itu tergolong dalam kelas X1.1. Ledakan di permukaan matahari terjadi sekitar pukul 23.13 waktu setempat.

Asal tahu saja, letusan kelas X adalah jenis yang paling kuat dari badai matahari. Kelas M merupakan letusan dalam kisaran pertengahan. Kelas C merupakan yang paling lemah.

Letusan kelas X melepaskan gelombang plasma dan partikel bermuatan, yang disebut coronal mass ejection (CME), ke ruang angkasa.

"Itu memungkinkan akan memberikan gangguan sekilas pada medan magnet Bumi pada tanggal 6 atau 7 Maret," tulis situs Spaceweather.com dalam peringatannya. "Para pengamat langit harus mewaspadai terjadinya aurora di malam-malam depan."

Itu merupakan letusan kelas X kedua pada 2012. Yang pertama terjadi pada 27 Januari dan terdaftar sebagai X1.7.

Ketika letusan kelas X ditujukan langsung ke Bumi, kadang-kadang dapat menyebabkan gangguan signifikan pada satelit serta jaringan listrik dan infrastruktur komunikasi di Bumi. Itu juga berpotensi untuk membahayakan astronaut di stasiun antariksa internasional. (Space.com/OL-5)


Media Indonesia Mobile:
http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/03/06/303348/291/7/Letusan_Besar_Matahari_Terjadi_Lagi_
Shared via Indonesia News for Android.
Read More …

Baru-baru ini, para ilmuwan telah menemukan tipe terbaru planet asing yakni planet lautan tanpa daratan yang lebih besar dari Bumi tetapi lebih kecil dari Uranus.

Planet itu dinamai GJ 1214b. Astronom pertama kali menemukannya pada Desember 2009. Pengamatan terkini oleh Hubble Space Telescope milik NASA menunjukkan bahwa GJ 1214b adalah planet air dengan atmosfer tebal dan beruap.

"GJ 1214b tidak seperti planet yang pernah kami tahu," terang pemimpin studi Zachory Berta dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics di Cambridge, Massachusetts. "Sebagian besar massanya terdiri dari air."

Sampai saat ini, para astronom telah menemukan lebih dari 700 planet di luar tata surya kita. Di luar itu, sekitar 2.300 planet masih menunggu konfirmasi dengan tindak lanjut pengamatan yang lebih dalam.

GJ 1214b terletak sekitar 40 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Ophiuchus. Ini disebut juga Super-Earth dengan diameter sekitar 2,7 kali dan berat hampir 7 kali Bumi. (space.com/OL-5)

Support By : HOLDING COMPANY ONLINE  -  andiseti  Arsipkan berita di : POJOKSETI
From : Media Indonesia Mobile : Shared via Indonesia News for Android.
Read More …